Tadarus Alqur’an, Jejak-jejak Tradisi Ramadhan Desa Bermi

BERMI-Lepas berjama’ah sholat lima waktu, sayup-sayup terdengar lantunan Al-Qur’an. Mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak terdengar riuh di pojok-pojok desa Bermi. Mereka secara berjama’ah melantunkan ayat-ayat suci al Qur’an bergantian hingga khatam. Saling mengingatkan ketika terjadi kesalahan dalam membacanya. Tradisi ini dimulai sejak satu Ramadhan dan sebagian berakhir ketika Ramadhan telah usai.

Nampak anak-anak sedang bertadarus Al-Qur’an

Bulan Ramadhan memang mempunyai arti tersendiri bagi kaum muslimin, khususnya di Desa Bermi.   Kegiatan peribadatan makin nampak meningkat. baik jama’ah sholat fardhu maupun kegiatan kegiatan agama lainnya. Mulai dari Musholla, masjid, hingga pondok pesantren. Khusus kegiatan pondok pesantren, mengkhatamkan kitab kuning adalah kajian utama. dimulai sejak subuh hingga setelah tarawih sampai larut malam yang diikuti para santri di ponpes tersebut.

Ditengah puasa sehari penuh anak-anak tetap semangat bertadarus di Musholla Al Ikhlas

Salah satu pemandangan tadarus Al Qur’an setelah jama’ah asar adalah di Musholla Al Ikhlas yang terletak di RT 02 RW 01. Nampak anak-anak dibimbing orang dewasa mebaca alqur’an secara bergantian. tak nampak kelelahan di muka mereka, meski berpuasa selama sehari penuh.(ARIFUL)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan